4 Fungsi Bisnis Perusahaan Jasa (Radar Malang)

Pembicara : Bapak Kurniawan Muhammad

Berdiri tahun 1999 bersama 6 Radar lain (Kediri, Jember, Bromo, Madiun, Bali dan Madura), Radar Malang menjadi 5 besar terbaik dari keseluruhan anak cabang perusahaan jawa pos group. Selain itu, Radar Malang sampai saat ini menjadi yang terbesar dalam hal oplah dan kapitalisasi (omset, laba).

Khusus untuk koran, Jawa Pos Group setiap tiga bulan mengadakan kompetisi terkait produk (konten) dari setiap koran. Yang dinilai antara lain foto, isi berita, infografis. Radar Malang beberapa kali berhasil menjadi salah satu dari 10 besar.

Bisnis Koran mempunyai suatu khas, yaitu mempunyai dua sisi yang secara “ideology” berbeda.

1. Idealis  : News

– Kepentingan Publik

– Keinginan Publik

2. Bisnis  : Iklan

– Kepentingan Klien

– Keinginan Klien

Dua kepentingan ini harus bisakawin”. Porsi untuk kepentingan Idealis harus lebih besar dari porsi untuk kepentingan bisnis.
Mengapa harus ada kepentingan bisnis? Karena koran adalah media industry, dan termasuk dalam entitas bisnis.

Bisnis koran adalah khas:

  • Satu sisi produknya bisa dianggap sebagai barang
  • Sisi lain produknya bisa dianggap sebagai jasa
  • Jam kerja yang khas (divisi redaksi)

Tantangan Bisnis Koran

  1. Gempuran Online, Media Sosial dan media elektronik.
  1. Life Style yang berubah
  • Orang semakin suka dengan hal-hal yang praktis
  • Mempengaruhi pola orang memasang iklan
  1. Perubahan demografis
  • Angka usia muda trennya selalu meningkat.
  • Sehingga koran ditantang untuk selalu bisa menyesuaikan dengan keinginan pembaca yang semakin muda.

What Did Radar Malang Do?

1. Strategi Konten

  • Pola pemberitaan lebih Indepth, Investigative, Blow Up

2. Membuat Online berbasis Print (edisi cetak)

  • Berita cetak mengait di online, dan berita online mengait di cetak. Membuat batasan berita online dan berita cetak, Berita di online belum tentu ada di edisi cetak, Berita di edisi cetak belum tentu ada di edisi online. Intinya Online tidak boleh membunuh cetak, Online Harus melengkapi dan memperkuat cetak.

3. Strategi Dekat dengan Pembaca/Masyarakat

  • News harus menjadi bagian dari solusi setiap persoalan yang ada di masyarakat. Ini membuat Radar Malang selalu dibutuhkan masyarakat sebagai referensi atau sebagai panduan.Menciptakan berita yang berbeda. Dengan berita yang berbeda itu, memunculkan kesan: “Hanya Radar Malang yang mampu melakukan”

4. Menggaet Minat Pembaca Muda

  • Rubrik Zetizen
  • Mengenalkan koran kepada generasi Z
  • Saat ini sudah punya 2.158 member
  • Pembaca usia muda < 20 tahun

” Ini penting untuk regenerasi pembaca ”

5. Menggaet Komunitas, Keluarga, Perempuan

6. Harus selalu berada dalamalam bawah sadarpembaca/masyarakat.

Maka, brand Radar Malang harus terus-menerus tampil ke public.  Tampil melalui berita di koran saja tidak cukup.

  • Radar Malang gencar membuat event (one month one event plus event mingguan) Event Radar Malang: Baru pertama, Berbeda, Heboh…!!!

Divisi Radar Malang

1.Redaksi

  • Membawa misi idealis
  • Pemimpin Redaksi

2.Iklan

  • Membawa misi bisnis
  • Manajer Iklan

3.Koran, Event dan Pengembangan Bisnis

  • Manajer

4.Keuangan

5.HRD dan Umum

Poros Pendukung : Radar Kanjuruhan sejak 28 Juni 2015, Radar Batu sejak 18 Agustus 2014, Manajer dan Semi otonom.

Marketing Radar Malang

– Berada di Divisi Iklan, Koran dan Event.

– Ketiganya bersinergi.

– Event-event yang dilaksanakan oleh Radar

Malang, baik event atas inisiasi sendiri maupun event by order, harus selalu berpijak pada kepentingan iklan dan koran. Sehingga tidak akan terjadi tumpang-tindih.

Batik Celaket Malang

Batik seperti yang kita tahu adalah salah satu seni ciri khas Indonesia yang sudah ada dari zaman nenek moyang dahulu. Yang membedakan batik batik dari nusantara hanyalah dari segi teknik membatik dan motif.

Di suatu daerah di Malang, yaitu daerah celaket yang terkenal sebagai kampung seniman. Bapak Hanan Abdul Djalil memulai bisnis Batik Tulis Celaket. Diproduksi di Kampung Celaket, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, batik tulis ini sudah melalang buana hingga mancanegara. Konon, lahirnya batik tulis Celaket berawal saat Timnas senior sukses di Asean hingga maju ke babak Final melawan Malaysia.

Beberapa nama terkenalpun juga menjadi bintang Batik Celaket Malang, antara lain: Irfan Bachdim (pemain sepakbola), Ayu Azhari (artis top 90-an), Liza Elly Purnamasari (Putri Indonesia Lingkungan 2011), Sandy Harun (Artis Senior), Kiki Puspa Ayu (Foto Model), dan lainnya.

Inspirasi pada pembuatan motif Batik IMG_6376.JPGCelaket Malang adalah Monumen Tugu Kota Malang, bunga teratai, topeng Malangan, lambang kebanggaan Arema, aneka ragam bunga dan buah, dan binatang. Motifnya lebih banyak menggunakan arah vertikal dengan bentuk geometris. Zat warna yang digunakan adalah sintetis, yang cenderung menghasilkan warna yang lebih cerah. Dan warna khas dari batik tulis Celaket adalah warna-warna yang panas seperti warna merah sampai orange. Selain itu juga ada produk batik khas malangan yang dibuat dengan teknik cor.

Harga untuk dalam negeri sendiri berkisar Rp. 100.000,- sampai puluhan juta, sedangkan ekspor keluar negeri berkisar Rp.500.000,- sampai puluhan juta.

Untuk lebih jelasnya bisa lihat video dibawah ini ya.

Bisnis Unik : Travel Mie Malang

Traveling merupakan hoby yang sangat seru dan menegangkan, terutama ketika melakukan hiking dan melewati medan yang sangat susah untuk dilewati. Suasana ketika diatas pun juga membuat banyak orang jatuh cinta pada hoby yang satu ini. Tak di sangka-sangka, karena hoby ini juga ada seseorang yang mempunyai ide kreatif untuk membuat bisnis yang sangat unik.

Travel Mie (Malang), berawal dari hobby ownernya yaitu Pak Bara (Tangerang) yang hobby traveling (camping,hiking). Ia berinisiatif membagi momennya saat bercamping dengan mendirikan bisnis tersebut.IMG_3380

Suasana di Travel Mie pun dibuat layaknya di pegunungan seperti ada tenda, asap buatan dll.

Berdiri di Malang 13 februari 2017 (Supervisor Cabang Malang : Muflih Khallab Al Mustaqim). Mempunyai cabang di Tangerang, Jakarta, Surabaya dan Malang.

Segment pembeli terdiri dari 50% Remaja, 30% Komunitas dan 20% Keluarga yang berlibur.

Kendala utama dari travel mie adalah cuaca, karena settingnya memang sengaja dibuat outdoor dan hanya beberapa meja yang beratap.

Meskipun terkendala cuaca bisnis ini dapat meraup laba Kotor mencapai 300 juta rupiah dan terhitung laba bersihnya sekitar 40-30% dari omsetnya.

Nah, untuk lebih jelasnya silakan tonton video dibawah ini.